Bab 16. Ciuman Pertama Rhea dan Deva

1046 Kata

Deva mendekatkan kepalanya ke arah Rhea. Seperti biasa perempuan itu refleks membenturkan kepalanya sehingga keduanya mengerang kesakitan. "Aaaaawww! Kenapa kamu selalu saja seperti itu? Lama-lama hidung aku beneran patah." Deva ngomel-ngomel menahan rasa sakit. Rhea juga mengusap-usap keningnya yang terasa sakit. Dia tahu tidak boleh melakukan hal seperti tadi kepada Deva, tetapi tubuhnya selalu saja bergerak sendiri tanpa disadari. "Karena kamu mendekat secara tiba-tiba," balas Rhea. "Kalau mau menciummu bilang-bilang dulu, biar aku tidak terkejut dan bisa mempersiapkan diri." Mendengar ucapan Rhea, Deva tercengang. Dia tidak menyangka sang istri akan bicara seperti itu. "Apa seorang suami harus meminta izin dahulu ketika akan mencium istrinya?" tanya Deva dengan alis mengkerut. "Or

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN