Di samping Yunita, ada seorang wanita dengan wajah pucat dan ekspresi yang agak sombong. "Uh, masih belum ..." Wajah Yunita memerah, dia menjawab dengan suara pelan. Sebenarnya kemarin sore, setelah melihat ruangan yang penuh dengan mawar di restoran Alice, dia sudah mengerti maksud Zainaldi. Jika Zainaldi menyatakan cinta padanya saat itu, dia pasti akan langsung setuju! Sayangnya, pengakuan cinta yang sudah direncanakan baik-baik, terputus oleh Tiana. Setelah itu, keduanya kembali ke jalan di belakang kampus dan makan bihun tetapi Zainaldi tidak berkata apa-apa lagi, itu membuat Yunita merasa khawatir. “Yunita, apakah dia yang membelikan pakaianmu? Apa dia membawamu ke Modern Plaza kemarin?" Gadis sombong itu bertanya lagi. "Ya." Yunita mengangguk pelan, lalu

