Menikmati waktu senja, semua keluarga Ricardo plus Angela dan Liam berada di kebun teh. Asik dengan dunianya masing-masing, karena tidak ingin menyia-nyiakan keindahan alam yang begitu luar biasa. Aaron merangkul pundak Shena dengan pandangan keduanya yang tidak lepas memandang senja di sana. Dalam hati, Shena tidak bisa berhenti mengagumi ciptaan Yang Maha Kuasa. "Cantik," ucap Aaron. "Makasih, Mas." "Senja nya," lajut Aaron membuat Shena mendongak menatap padanya. "Kenapa, Sayang?" Shena mengerucutkan bibirnya. "Aku mau cemburu ah. Mas Aaron mujinya senja aja." Aaron mengecup kening Shena. "Tapi kamu gak kalah cantik kok dari senja. Kalian itu sama-sama luar biasa. Beda nya, kalo senja bisa dinikmati semua orang. Tapi kalo kamu, cuma saya yang boleh menikmatinya." Shena mengulum

