Ucapan Aaron terus terngiang di pikirannya. Derry sadar betul jika apa yang dikatakan Aaron memang benar. Selama ini, ia selalu menganggap apa yang ia lakukan sebagai mainan. Lalu bagaimana bisa ia mengambil tanggung jawab besar dengan menikahi Angela? Helaan napas panjang keluar dari mulutnya. Ia memandang langit biru. "Buat jajan aja gue masih dari Bokap Nyokap. Sok-sokan mau nafkahi anak orang." Derry mengacak rambutnya frustrasi. Sudah dibebani urusan kuliah, sekarang ditambah urusan hati. Selama ini ia hanya berpikir dengan cara menikah dengan Angela, ia bisa mengunci perempuan itu dengan status pernikahan mereka. Tapi ia terlalu abai terhadap konsekuensi dari sebuah pernikahan. "Sekarang gue tahu, kenapa banyak cowok yang belum nikah walau usianya udah matang menjadi kepala rumah

