Aaron menghentikan laju mobilnya tepat di depan gerbang sekolah SMA Angkasa, dimana itu akan menjadi tempat baru Amanda dalam menuntut ilmu. Helaan napas panjang terdengar dari gadis itu. Amanda mulai melepaskan sabuk pengaman lalu berpamitan pada Aaron. "Makasih, Bang. Kalau gitu Manda turun sekarang," ucapnya seraya mengulurkan tangan untuk bersalam. Aaron pun menerima uluran tangan adik iparnya. "Seandainya kamu kurang nyaman sekolah di sini, jangan sungkan untuk kasih tau saya. Sekali lagi saya tegaskan sama kamu, sekarang saya juga kakak kamu jadi apapun yang membuat kamu terganggu jangan malu untuk bilang sama saya," pesannya dan Amanda langsung mengangguki. Ia benar-benar beruntung memiliki kakak ipar sebaik dan sepengertian Aaron. "Iya, Bang. Assalamu'alaikum." "Wa'alaikumsal

