"I miss you so much, Baby." Angela hendak memeluk tubuh kekar Aaron, namun lebih dulu lelaki itu menghindarinya. Terlihat jelas kekecewaan dari wajah Angela. Hatinya terasa sesak mendapat penolakan dari orang yang masih penuh mengisi ruang hatinya. "Aku kangen banget sama kamu. Tolong jangan kayak gini," lirih Angel dengan tatapan sendu. Aaron membuang wajah ke arah lain. Sebenarnya ia ingin segera pulang, akan tetapi kejadian semalam pada Derry membuatnya memutuskan untuk bicara empat mata dengan perempuan itu. Karena ini juga menyangkut rumah tangganya untuk ke depan. Kerikil kecil itu harus segera diatasi sebelum nanti bertambah besar. Walau memang yang namanya hubungan tidak akan selalu damai, pasti ada cobaan yang menguji kepercayaan. "Ada yang mau saya bicarakan sama kamu. Ayo ik

