Waktu terus berlalu, tak terasa usia kehamilan Sein sudah akan memasuki bulan ke 9, dan tinggal menghitung hari sampai proses persalinan Sein berlangsung. Saat ini Anton dan Sein sedang berada di ruang keluarga. Keduanya sama-sama duduk di sofa dengan jarak yang cukup jauh. Sein duduk dengan kaki berselojor dan Anton yang tengah memijat kaki Sein, karena itulah jarak keduanya cukup jauh. "Dad." "Apa sayang?" "Melahirkan itu sakitnya seperti apa?" Ia tahu kalau Anton tidak bisa menjawab pertanyaan, tapi ia tetap ingin mendengar jawaban Anton. Mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Sein tak ayal membuat Anton bingung, pasalnya ia tidak pernah melahirkan. Jadi ia tidak tahu bagaimana rasa sakitnya ketika melahirkan. "Katanya sih sakit banget, bahkan ada juga yang meni

