51 - Ketakutan Sein - √

1351 Kata

  Pemandangan pertama yang Anton lihat saat ia memasuki kamar yang Sein tempati adalah, Sein yang ternyata masih menangis sesegukan di balik selimut tebal yang menutupi hampir seluruh tubuhnya.   Anton pikir, Sein tidur. Tapi ternyata tidak. Entah ia harus merasa bersyukur atau tidak begitu mengetahui hal ini.   Anton berjalan menuju nakas untuk menaruh ponsel, dompet, dan juga kunci mobilnya. Anton membuka baju dan juga celananya, membuat tubuh bagian atasnya shirtless dan bagian bawah yang hanya tertutupi boxer hitam.   Anton menaiki tempat tidur, berbaring di belakang tubuh Sein yang bergetar karena tangis yang tak kunjung berhenti. Ia yakin kalau mata Sein pasti sudah bengkak karena terlalu lama menangis. Tangan kanan Anton terulur, mengusap lembut perut Sein. "Sayang," bisiknya lem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN