52 - Pergi - √

1808 Kata

  Anton mengumpat dan menendang mejanya dengan kuat, merasa kesal sekaligus juga jengkel saat untuk ke sekian kalinya, Sein tidak kunjung mengangkat panggilan telepon darinya sejak tadi siang.   Anton melirik jam yang melingkari pergelangan tangan kirinya, menghela nafas panjang begitu melihat waktu yang sudah menunjukkan pukul 3 lewat 30 menit, itu artinya sebentar lagi jam pulang kantor tiba.   Anton meletakan ponselnya di meja, lalu merapihkan meja kerjanya yang sedikit berantakan. Anton kembali meraih ponselnya, lalu bergegas keluar dari ruangannya, menghampiri meja Ilham, sekertarisnya.   "Ilham."   Ilham lantas mendongak, terkejut saat melihat siapa orang yang kini berdiri di hadapannya. "Iya Pak, ada yang bisa saya bantu?" tanyanya gugup. Ia takut melakukan kesalahan, karena aur

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN