“Aku sudah membereskan semuanya. Tinggal kamu yang menentukan ingin melanjutkan atau tidak.” Mendengar itu, tentu saja membuat Adeline sangat bahagia. Akhirnya masih ada harapan untuk bisa mengembalikan kejayaan perusahaan. Masih ada orang baik yang mau membantunya. Yahh … meskipun tetap saja dengan sebuah imbalan. Yaitu dengan sebuah pernikahan. Hari kian larut, jarum jam sudah menunjukkan pukul 12.00 malam. Leonard mengajak Adeline kembali ke kamar karena wanita itu harus segera beristirahat. Sepanjang perjalanan menuju kamar, Adeline terus saja tersenyum. Dia terlalu senang dengan kabar bahagia yang Leo berikan. Seperti mendapatkan cahaya di tengah kegelapan. Di belakang, Leo ikut tersenyum melihat Adeline bahagia. Wajah wanita itu terlihat lebih cantik dan bersinar dibandingkan den

