Aulia's POV Hari yang sama Pk. 18.00 WIB Suasana di ruang makan terasa mencekam, Ummi yang biasanya paling ceria dan ringan tangan melayani kami, sekarang berubah jadi pendiam, berbicara seperlunya, bahkan sejak kepulanganku dari rumah sakit tadi, aku belum melihatnya tersenyum sama sekali. Meja makan kami berbentuk kotak, jadi kami duduk saling berhadapan. Kak Fandi duduk di sebelah kiriku, Ummi di sebelah kanan, dan Abi di hadapanku. Dan menu makan malam kami kali ini biasanya sangat enak, jadi menu favoritku meskipun one dish meal, karena Ummi bisa memasaknya dengan proporsi bumbu dan bahan-bahan yang pas, tidak eneg, selalu berhasil membuat kami lahap memakannya. Tapi tidak untuk malam ini.. Spaghetti carbonnara yang seharusnya enak sekali dan menggoda selera kami, entah mengap

