Aulia's POV "Aku butuh kamu, Lia.. aku butuh kamu mengenalkanku pada Allah. Membawa mama kembali ke jalan Allah.." "Aku bukan papa, kamu juga bukan mama. kita tak sama seperti mereka. Aku tak mau mencelakaimu. Aku akan menahan diri." "Aku tau, kamu sedang mengorbankan dirimu untuk kesembuhanku. Terima kasih, tapi cukup, hentikan sampai disini." "Aku mau kita lebih dari ini, aku mau kamu ada di sisiku, seumur hidupku. Sebagai istriku, pendamping hidupku.." Allahu Robbi.. Hatiku bergetar mendengar dia meyakinkanku ingin masuk Islam. Setiap kata yang diucapkannya, meruntuhkan dinding perbedaan diantara kami yang selama ini memaksa kami terus berpisah. Setiap kata yang diucapkannya, membuat hatiku yang selama ini terpenjara oleh akal sehatku, kembali bebas dan membuncah. Akal sehat

