"Tunggu, tunggu!" ucap Junaid. "Ada apa, Junaid?" tanya Anabia. "Biar Aku yang membukakan pintu mobilnya," jawab Junaid. "Hmm. Baiklah," ucap Anabia. Kemudian Junaid keluar dari mobil itu. Lalu Ia membukakan pintu mobil untuk Anabia. "Silahkan, Tuan Putri!" ucap Junaid. Lalu Anabia pun keluar dari mobil itu. "Sama-sama, Junaid!" jawab Anabia sambil tersenyum. "Tunggu!" ucap Junaid. "Ada apa lagi, Junaid?" tanya Anabia. "Aku akan mengantarmu sampai ke ruang kelasmu. Ayo!" jawab Junaid. "Astaga Junaid! Kamu ingin membuat sensasi? Semua siswi akan membicarakan tentang dirimu nanti!" keluh Anabia. "Itu tidak masalah bagiku! Justru Aku pikir ini adalah sedekah pagiku untuk Mereka," jawab Junaid. "Sedekah pagi? Bagaimana bisa?" tanya Anabia. "Iya. Dengan melihat diriku, para siswi

