Kesetiaan Dewa

999 Kata

"Pinter banget lo nyusahin hidup orang ya" Raya berdecak, setelah memarkirkan motornya di pinggir jalan. Tadi, di saat ia sedang di sibukkan mengurus Bima sebelum berangkat bekerja, Guri menghubunginya sambil menangis. Walau pertemenan mereka tidak sedekat ia dan Arga, tapi tetap saja, ia sangat tahu bahwa Guri adalah perempuan yang apa adanya, dan segala hal yang ia lakukan merupakan faktanya. Itulah mengapa ia merasa cocok jika mengobrol dengan Guri. Raya merasa miris saat matanya melihat wajah Guri yang terlihat berantakan. Hidungnya memerah, matanya bengkak, dan wajahnya basah karna air mata. "Lo kenapa?" Tanya Raya lembut, merasa kasihan dengan kondisi temannya ini. "Ban motor gue pecah" ucap Guri, lalu gadis itu kembali menangis. "Trus kenapa nelp gue? Gue bukan tukang bengkel"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN