Guri dan Permasalahannya II

1087 Kata

Embun yang menutupi jendela kamar Guri, membuat jiwa gadis itu semakin sepi. Hujan turun sejak tadi malam, seakan alam ikut merasakan apa yang sedang ia rasakan. Kemarin, ia merasakan lelah yang luar biasa, hingga keinginannya hanyalah tidur, sampai Tuhan berniat ingin membangunkannya kembali. Namun, sesampainya di rumah, hanya hampa yang ia rasakan. Mereka semua tinggal di rumah yang sama, namun ada aura dingin dan permusuhan, yang dulu tidak pernah terjadi di rumahnya. Lelah luar biasa yang ia alami kini tiba-tiba sudah tidak berasa lagi, hingga yang Guri lakukan sejak tadi malam hanyalah menatap jendela. Melihat derasnya hujan, yang tampaknya ikut menangis melihat kondisi jiwa dan fisiknya yang down. Namun, sudah tidak ada air mata lagi yang keluar dari matanya, karena terlalu lel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN