"Lo enggak capek? Duduk sini!!!" Perintah seseorang, yang baru Guri sadari bahwa itu adalah Dewa. Gadis itu menurunkan pandangannya, dan menatap Dewa yang sedang duduk tepat di bawahnya. Memang sedari tadi, gadis itu memilih untuk berdiri untuk mengawasi sekitar, apalagi dress yang ia pakai jelas tidak memungkinkannya untuk duduk. Dewa yang mengerti kondisi gadis itu lantas berlutut di depan Guri. Ia lalu melepaskan almameternya, kemudian mengalungkannya ke depan pinggang gadis itu. Almamater Dewa yang besar, mampu menutup hingga kaki Guri, sehingga memudahkan gadis itu sedikit jongkok, jika ingin duduk. Dan tanpa mengatakan apa-apa, Guri mengikuti perintah Dewa untuk duduk. Lalu setelah ia duduk, ia melepaskan almamaternya, untuk menggantikan almamater milik Dewa. "Nih!!! Makasi

