"Cuci tangan dulu di sana!" Perintah Dewa saat mereka berdua baru saja memasuki kamar laki-laki itu. Mata Guri lantas melihat sekeliling kamar Dewa, menilai kepribadian laki-laki itu dari bentuk kamarnya. Ia berusaha menghilangkan segala pikiran yang bisa membuatnya kembali sakit hati. Bibirnya tersenyum miris, saat lagi-lagi ucapan teman Dewa terngiang-ngiang di kepalanya. Matanya mengerjab, berusaha menghalau air matanya. Bisa di katakan bahwa kemungkinan saat ini statusnya adalah selingkuhan Dewa atau sebutan kejamnya, sebagai perusak hubungan Dewa dan Siena. Pemandangan rapi dan maskulin pada kamar Dewa sama sekali tidak bisa mengalihkan pikiran gadis itu. "Sudah cuci tangan?" Ucap Dewa saat kembali masuk ke dalam kamarnya, dan ia sedikit terheran masih mendapati gadis itu berdir

