"Hidup mahasiswa!!!!" "Hidup mahasiswa!!!" "Hidup mahasiswa!!!" Suara itu membahana di depan kantor gubernur. Sudah banyak polisi yang menjaga ketat gerbang kantor lengkap dengan peralatan mereka. Guri, gadis itu memilih berada di garda terdepan. Almamater yang ia gunakan, sudah ia gulung lengannya, agar mempermudahnya menyuarakan sorakan semangat. Memakai hoddie bertudung di dalam almamaternya, memudahkan gadis itu menyelinap sehingga tidak ada yang tahu bahwa dia adalah seorang perempuan. Apalagi wajahnya sudah di tutup oleh masker setengahnya, dan hanya menyisahkan matanya. Dewa berdiri tidak jauh darinya. Dan saat ini laki-laki itu sedang menyuarakan orasinya. Dan tidak jauh dari posisi laki-laki itu, Siena berdiri dengan beberapa kawalan teman-teman BEM Dewa. Guri menyeringa

