“Sayang.” “Iya, Boo.” “Aku harus segera berangkat ke kantor.” “Enggak tunggu sarapan dulu?” “Tidak akan cukup waktunya. Aku harus menghadiri rapat dengan para pemegang saham.” “Ya, sudah nanti sarapan sama makan siang biar diantar sama Pak Supir.” “Kenapa bukan kamu saja yang antar?” “Titan ‘kan nggak boleh pergi kemana-mana dulu.” Ammar minum s**u yang sudah di buatkan oleh istrinya. Dia juga makan roti bakar sebagai pengganjal perut sebelum sarapan nasi. “Hari ini mau di rumah saja apa ke rumah Mommy?” “Titan mau di rumah saja. Mumpung masih cuti magang mau kebut kerjain skripsi.” Ammar mengangguk. Dia telah menghabiskan roti bakar dan juga s**u. “Aku berangkat dulu ya, Sayang.” Titan mencuci tangan setelah memegang adonan tepung karena ingin mencium tangan suaminya dan menga

