Ammar Selalu Salah

1394 Kata

Pagi hari yang cerah namun tak secerah wajah Ammar. Pria itu kini sedang mengambil sarapannya sendiri tanpa bantuan dari istri kecilnya. Titan benar-benar sudah termakan oleh hasutan Ibu Mertuanya. Dia yang tidak pernah ngambek maupun marah dengan siapapun kini bisa mendiamkan suaminya hingga semalam penuh. “Kamu tidak mandi?” tanya Ibrahim pada Putranya. “Belum, Dad bukan tidak.” “Tidak berangkat ke kantor?” “Ke kantor setengah hari untuk menyelesaikan sisa pekerjaan yang belum selesai kemarin.” “Terus tidak akan mandi?” “Mandi, Dad. Mana mungkin Ammar berangkat kerja tidak mandi.” “Terus?” Ammar mendesah pelan gemas dengan pertanyaan Ibrahim yang berputar-putar. “Ammar tidak bisa menemukan sabun dan juga shampo.” Ibrahim mengangkat sebelah alisnya bingung dengan kelakuan Putran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN