Titan dan juga Ammar malam ini akan berangkat ke Hawaii untuk melakukan bulan madu. Keduanya di antar ke Bandara oleh keluarga besarnya. Memang agak berlebihan tapi memang begitulah adanya. Eliza sejak tadi tak henti-hentinya memeluk dan mencium kedua pipi menantunya. Dia berkata akan kesepian selama dua minggu karena tidak ada teman shopping dan bergosip ria. “Mommy, sudah dong. Istri Ammar nanti pipinya habis kalau di cium terus.” “Kamu ini suka sekali ganggu Mommy saat bersama dengan Titan,” omel Eliza. “Lagian mana bisa pipi habis? jangan bilang kamu mau larang Mommy buat peluk dan cium Titan!” Ammar menghela nafas. “Bukan begitu maksud Ammar, Mom,” ucapnya dengan pasrah. Eliza tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh Putranya. Dia lebih memilih mengajak menantunya mengobrol da

