23

825 Kata

Setelah dari Bandara, Valen langsung menuju rumah sakit. Perempuan itu berjalan setengah berlari menyusuri lorong rumah sakit ini. Napasnya tak beraturan dan dadanya sedikit sesak, membayangkan sesuatu yang buruk menimpa Iqbal benar-benar membuatnya gila. Saat sampai di depan ruang rawat Iqbal, ia mengatur napasnya lalu membuka pintu tersebut hingga beberapa orang di dalam menoleh ke arahnya, Valen berjalan masuk dan menyapa mereka terlebih dahulu sebelum akhirnya matanya menatap Iqbal, pria yang telah mencuri hatinya sejak Valen masih mengenakan seragam putih abu-abu. Valen berjalan pelan ke arah Iqbal sampai akhirnya cairan bening itu menetes tanpa diperintah. "Bal..,"  lirih Valen pelan bersamaan dengan air matanya yang kembali menetes. "Hai, aku di sini. Aku Valen, kamu gak kangen a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN