"Yaelah, pakai acara dibegal segala sih lo, jadi ninggalin gue kan." "Gue pergi bentar, ntar kalau udah pulih juga balik." Pascanya, setelah seminggu dirawat di rumah sakit. Iqbal diperbolehkan pulang oleh dokter dan orangtuanya langsung mengajak Iqbal untuk pulang ke Jakarta demi memulihkan keadaannya. "Kami pamit ya, Naufal." "Iya, Tante. Hati-hati." Setelah itu Iqbal, Alana dan Gavril naik taksi yang akan membawa mereka ke Bandara. Di balik kaca taksi, Iqbal memperhatikan jalanan Yogyakarta, ia pasti akan merindukan semua ini. Semua kenangan indah dan pahit bercampur menjadi satu. Kota ini lah yang mempertemukan kembali Iqbal dengan Valen, juga yang mengajarkan Iqbal arti perjuangan dan kesabaran. Iqbal menghembuskan napas pelan mencoba mengusir rasa sesak setiap kali mengingat s

