TLC 44

783 Kata

Dengan cepat Niko menahan tangan Rianti, mencoba mengintip, namun begitu gelap, hanya rambut-rambut yang begitu tebal yang tampak. Dengan sangat bernafsu Niko segera melesakkan tangannya. “Owwghhh,pelaaaan Niko,” jerit Rianti dengan keras ketika dua jemari Niko langsung menciduk kebagian dalam vagginanya yang memang sudah sangat basah. “Hei, adakah dari kalian yang ingin menikmati ice cream ini,” teriak Niko sambil mengacungkan tangannya yang sudah penuh oleh cairan milik Rianti. Tentu saja Rianti sangat malu, lalu memukul-mukulkan bantal kecil kekapala Niko. “Kalau kau terus membuatku malu, maka aku akan menutup milikku ini selamanya,” ancam Rianti. Niko hanya tertawa, ancaman Rianti dianggapnya pepesan kosong, karena Niko sangat yakin bila istri Rangga itu telah tunduk sepenuhnya pad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN