Ivan menyelipkan empat lembar kartu yang dipegangnya pada rok Andini, membuat gadis itu terlihat semakin nakal. Kini tangan yang telah bebas itu mulai memegang pinggul Andini dan mengayun pelan, mengomando Andini untuk bergerak kedepan dan kebelakang dengan malu-malu. Semua pandangan tertuju kearah Rok Andini yang mulai berkibar mengiringi goyangan yang kini semakin cepat. Dengan maPak Wisnu bertanya mencoba memberi isyarat kepada Ivan untuk menyingsingkan kain yang sangat mengganggu pandangannya. Andini yang rupanya sempat membaca isyarat itu segera memegang roknya dengan kuat. Dirinya terlalu malu bila vagginanya yang merah merona tengah melumat pennis yang bukan milik suaminyam, menjadi tontonan. “Apakah kau tidak ingin sedikit berbagi dengan Pak Wisnu, lihatlah wajahnya yang memela

