“Ohhh, sayaaang, seharusnya kau ada di ruang makan saat itu, karena Lik Rumi akhirnya benar-benar memperlihatkan dagingnya yang bulat besar dan kencang itu, kurasa batangmu pun pasti akan dengan cepat mengeras bila melihatnya. Hasilnyaa, semua batang milik teman-temanmu itu mengeras semua, hahahahaa,sesuai tebakan kami, tapi tidak dengan batang Pak Wisnu,” “Ohh yaa,” Rangga meneguk liurnya, apa yang digambarkan Rianti sama persis dengan apa yang dinikmatinya dari tubuh istri penjaga cottage itu. “Bagaimana kalian tau, bukankah mereka mengenakan celana,” “Yaaa, karena penasaran, dan untuk memastikan siapa yang memenangkan pertaruhan, kami mengecek batang mereka satu persatu,” “Ohh, apakah kamu juga ikut mengecek batang mereka satu persatu,” “Yaaa, karena para wanita melakukannya, kura

