TLC 59

3379 Kata

Mulan menggeliat, tubuhnya sudah tak tahan untuk merasakan kejantanan Rangga, apalagi saat teringat kejadian di gazebo, saat batang itu memenuhi lorong vagginanya dengan sempurna. Mata Rangga memandangi vaggina yang terus dielus-elus oleh Mulan, membuat permukaannya begitu basah. Tapi Rangga menggelengkan kepala dengan sangat berat. “Aku ga bisaaa, Sin,” pesan Zahra terombang-ambing di pikirannya. “Gaa, Pleasee,” Mulan merengek, semakin tinggi mengakat vagginanya, memamerkan pada Rangga yang masih berlutut di samping kepalanya. Menguak kedua pintu vaggina, hingga mata Rangga dapat melihat lorong yang begitu sempit. “Aaagghhh, Siaaal, Ra, maaaf sayaaang,aku ga tahaaaan pengen nusuuuk lubang Mulanaa,” Rangga menggeram, menindih tubuh montok Mulan, mengarahkan batangnya ke pintu vaggina,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN