“Apakah kau benar-benar ingin aku turun dari tubuhmu?” Rangga bertanya sambil mengambil ancang-ancang menjatuhkan tubuhnya ke samping. “Emhh, Rangga, jangan membuatku terus merasa malu dong,” rajuk Aira sambil kembali memeluk tubuh Rangga dan menyembunyikan mukanya yang memerah ke dadda bidang Rangga. Kedua pahanya menjepit erat pinggul Rangga menegaskan bahwa dirinya tidak ingin batang besar itu lepas dari kemalluannya. Rangga hanya tersenyum melihat tingkah Aira, namun kedua sikunya yang terus menahan berat tubuhnya untuk menghindari beban di tubuh Aira sedikit membuatnya capek, akhirnya Rangga berguling ke samping dan menempatkan Aira di atas tubuhnya tanpa melepaskan pennis yang masih mendekam manja. Wanita itu sempat terpekik, namun setelah mendapati posisi yang memberikan d******i

