TLC 21

662 Kata

Wajah wanita cantik berkacamata yang kini bermandikan keringat itu memberikan pemandangan yang begitu indah. “Mungkin aku akan membobol annusmu lain kali, dan hingga sampai waktunya tak ada seorangpun yang boleh menjamah lubang itu, dan sekrang berbaliklah,” bisik Rangga dengan lidah menjilati kuping Aira.Aira bingung dengan apa yang akan dilakukan Rangga pada dirinya. Dengan penuh nafsu Rangga mengangkangi payyudara Aira yang terbaring pasrah. Kini tampak dengan jelas di depan mata Aira bagaimana bentuk dari batang yang telah memberikannya orggasme yang begitu dahsyat. Tepat di depan hidungnya, Rangga mengocok batang raksasa yang menampakkan urat-urat yang mengelilingi, membuat daging besar itu semakin sangar. Entah dorongan dari mana Aira membuka bibirnya menawarkan batang itu untuk b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN