“Apa? Memang nikmat? Kempotannya dahsyat? Goyangnya liar, Asseeeem, taik kau Ko, tega bener ngehajar istriku depan belakang,” “Whuhahahahaa, jadi kau melihat kenakalan istrimu tadi malam, hahahaa, Sorry Sob, sorry banget,” Niko tertawa terpingkal, “Tapi,kamu ga marahkan?” “Eeee, busyet dah, mana ada suami yang ga marah ngeliat istrinya digenjot habis-habisan sama orang, Aaahhh, taik kau Ko,” Rangga bener-bener mangkel mendengar tawa Niko, tapi apa yang bisa diperbuatnya. “Tapi, Game must Go on, dan masih ada sisa waktu untuk mendapatkan istrimu,” lanjut Rangga berusaha menghibur dirinya, sambil menatap Zahra yang tengah digoda oleh Mang Onoy. “Yaaa, aku ingin kau yang melakukannya, Aku hanya ingin menebus rasa bersalahku pada kalian berdua, Okeeeyyy, ke ketempat Aira dulu, kasian bange

