“Itu karena kau juga berbeda dari wanita lainnya, kau begitu anggun, begitu sempurna dimataku,harus kuakui aku sangat mengaggumi,” Kata-kata Rangga mengagetkan Zahra, menatap wajah lelaki itu dengan hati tak menentu. “Terimakasih karena sudah mengagumiku,” ucap Zahra dengan nada bercanda, berusaha mencairkan suasana yang dingin membeku. “Tapi aku takkan mengulangi kebodohan diriku tadi, salahmu tak memanfaatkan kesempatan, hehehe,” Srsrsrrrrtttt... Zahra menarik resluiting sweaternya, menutup rapat tubuhnya dari sergapan angin pantai yang dingin. Rangga tersenyum kecut, “Ingat ya cantik, Aku tak menyesal koq, karena aku ingin terus mengaggumi, maka tetap seperti ini,” ucap Rangga seraya mengusap pipi Zahra. “Gombaaalll, baru kali aku mendengar kau menggombaaal,hahahaa,” Zahra tertawa

