TLC 51

705 Kata

“Rianti hanya sedang mabuk,” Bisik Rangga sambil berusaha tersenyum. Mencoba menguatkan hati, Kepalanya terdongak mencoba mengisi penuh rongga paru dengan udara pantai. Lalu menghembus dengan pelan. “Ranggaaa,” Deg!!!, “Siapa,” Rangga menoleh kekiri dan kekanan, matanya menyipit mencoba mencari tau saat emdapati sosok yang duduk bersandar pada sebuah pohon kelapa, yang baru tumbuh sepanjang tiga meter. “aku, Zahra,” suaranya begitu pelan, hampir tak terdengar tergulung suara ombak. “Heehh, Zahra, lagi ngapain disitu” Rangga mendekat, menghempas panttatnya di atas pasir, di samping dokter muda itu. “Sebenarnya apa yang ada dibenak para lelaki, saat mendapati wanita yang mungkin saja dapat ditaklukkannya,” tanya Zahra lirih. Rangga mencoba mengamati wajah Zahra namun tak terbaca dike

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN