“Hai Bu Dokter, gimana istirahatnya, udah cukup,” “Eeehh, Mas Adit, iya, cukup, cukup buat bikin hati plong, hehehee,” Zahra kaget mendengar sapaan Adit. Rangga yang mendengar suara Zahra dan Adit menoleh kebelakang. “Zee,” sapa Rangga ramah sembari menebar senyum. Matanya berusaha membaca raut wajah wanita yang penutup kepalanya mulai terlihat lusuh. Zahra membalas dengan senyum, Tak ada lagi luapan emosi diwajah cantiknya, dan itu lebih dari cukup untuk menenangkan hati Rangga, lalu kembali menoleh kedepan, menanggapi kegelisahan Aira. “Hati plong,Maksud ibu,” Adit kembali melanjutkan obrolan mereka yang terpotong. “yaaa plong aja, hehehee,” Zahra tersenyum, melangkahkan kaki dengan santai. Ternyata senyum Rangga juga mampu memberikan ketenangan yang sama pada wanita itu, dan itu m

