“Istrimu sungguh wanita yang memiliki gairrah yang meletup-letup, akupun begitu,” bibir Mulan hening sesaat, pahanya menjepit erat. “karena tidak tahan, istrimu yang berinisitif lebih dulu menurunkan celana hingga kedengkul dan meminta Adit memanjakan vagginanya dengan mulut pemuda itu, sementara ia berpegangan pada pohon kelapa, aku dapat melihat dengan jelas bagaimana lidah Adit menyapu setiap inci pintu vaggina dan annus Rianti,Uuugghhh,” Suara Mulan tertahan saat merasakan tangan Rangga meremas pahanya yang terbuka.“Sialan, rupanya istriku tadi bukan menghayalkan kejadian di kantornya, tapi justru teringat ulah Adit yang menservis vagginanya, siaaal,siaaal, aku kecolongan lagii,” Rangga ngedumel dalam hati. “Apakah Adit juga melakukan itu padamu,” “Iyaaa, aku penasaran dengan lengu

