"Dasar anak nggak tahu diuntung!" Ayah Seta menempeleng Seta hingga pemuda itu terjembab ke lantai. Belum puas sampai di situ, pria itu menendang punggungnya dengan keras berkali-kali. "Kenapa aku harus memiliki anak kurang ajar seperti kamu!" umpat pria itu dengan napasnya yang berbau alkohol. Ibu Seta menangis di dekat Seta, dia ingin membantu putranya tapi tak tahu bagaimana caranya. "Ayah, hentikan, Ayah, aku mohon jangan pukul Seta lagi," pinta Ibu Seta. Ayah Seta menatap istrinya dengan bengis. "Ini semua gara-gara kamu! Kenapa kamu melahirkan anak durhaka seperti ini!" Pria itu menghampiri istrinya lalu menjambaknya. Wanita itu menjerit kesakitan. Seta tidak bisa diam saja melihat ibunya disakit. Dia berlari menerjang ayahnya, tetapi pria itu jauh lebih kuat darinya. Seta dihata

