* * "Raffi!!! Ya Tuhan!!" teriak Alana putus asa. Entah bagaimana bisa suaminya itu menjadi menyebalkan seperti sekarang. Selalu membuatnya marah setiap hari, terutama pagi hari seperti saat ini. Pria itu, akan membuat Alana sibuk membareskan apa yang telah dilakukan oleh suaminya itu. Dari handuk basah yang diletakkan begitu saja, hingga baju kotor yang berserakan disana-sini. Dan ini bukan Raffi sebenarnya, suaminya itu adalah pria rapi dan perfeksionis. Entah kenapa sudah satu minggu ini Raffi menjadi pria yang jorok dan berantakan. "Kenapa, Lan?" tanya Raffi biasa saja dengan tangan yang sibuk mengancing lengan bajunya. Rambutnya masih berantakan, dengan dasi yang melingkar begitu saja di lehernya. "Lihat apa yang kamu lakukan pada kamar ini! Kamar tidur ini baru saja aku bers

