* * "Papa?" kata Alana tak percaya, jika Papa mertuanya sedang duduk dengan wibawanya menatap pada dirinya. Senyum yang sejak tadi terukir di wajah cantik Alana menghilang seketika, tergantikan dengan keringat dingin yang mulai terasa di telapak tangannya. Raffi beranjak berdiri dan berjalan mendekati istrinya yang terdiam membisu di depan pintu. "Ayo masuk," ucapnya ketika sudah berdiri di depan wanitanya. Alana menggeleng kecil ketika ke dua matanya menatap mata suaminya. Ia belum siap, hatinya belum siap jika harus berhadapan dengan apa mertuanya. Raffi melihat raut khawatir pada wajah Alana, dan itu membuatnya tersenyum menenangkan sambil menarik tangan dingin ke dalam genggamannya "Ayo, Papa sudah menunggu kita." Tanpa bisa menolak kembali, Raffi sudah menarik tangan Alana men

