* * "Jadi apa pilihan mu, Alana?" tanya Papa Raffi lagi pada Alana yang terlihat bimbang. "Pa, Alana tidak bisa membiarkan anak itu hidup sendiri." Alana berkata lirih, wanita mana yang tega ketika melihat bayi dalam kondisi mengenaskan, hidup dengan keluarganya yang mungkin tak bisa merawatnya dengan baik. "Dia masih punya keluarga." Sanggah sang mertua. "Tapi," Alana meragu. Apalagi dengan tatapan intimidasi Papa mertuanya yang membuatnya sulit mengambil keputusan. "Kamu akan melepaskan, Raffi?" kata Papa Raffi lagi. Alana menggeleng keras. Tidak, ia tidak akan sanggup jika kehilangan suaminya itu. "Tidak Pa, Alana tidak bisa berpisah dengan Raffi." Jawab Alana lirih, membuat pria paruh baya itu mengangguk mengerti. "Jadi, apa pilihan kamu?" Alana semakin dilemma, entah mengapa

