Thirty Four

1998 Kata

* * Satu jam tanpa jawaban dari Raffi, membuat Alana sedikit sebal dengan suaminya itu. Apakah ia salah, apakah permintaannya sangat sulit dituruti oleh suaminya itu. Raffi masih saja berbicara dengan Nando setelah berganti pakaian. Tidak memperdulikan istrinya yang sudah mulai merajuk padanya. "Jadi dia berasal dari Sukabumi dan bekerja disini begitu?" "Iya pak, polisi sudah menghubungi keluarganya. Dan mungkin besok pagi akan kesini untuk mengambil jenazahnya." Jelas Nando membuat Raffi mengangguk mengerti. "Baiklah, kamu urus semuanya." "Lalu, bagaimana dengan bayinya Pak?" tanya Nando kemudian, dan sepertinya Raffi juga bingung akan hal itu. "Kami akan merawatnya." Potong Alana cepat tanpa memerdulikan Raffi yang sudah meliriknya tajam. "Tidak!" jawab Raffi tegas, menolak pikir

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN