Di pagi yang cerah ini, Hana sangat bersemangat sekali. Saking bersemangatnya ia sampai tersandung kursi meja makan. “Aduh ...” ringis Hana sambil memegangi jari kakinya yang tersandung kursi meja makan. Tawa Cindy dan Juna meledak saat melihat Hana tersandung kursi meja makan. Mereka sangat puas sekali, habisnya sejak tadi mereka berdua gemas dengan Hana. Hana asyik senyum-senyum sendiri dan mengabaikan perkataan mereka berdua. “Malah ketawa!” omel Hana. Ia kesal kedua kakaknya puas menertawakannya. “Iya-iya, maaf.” Mereka berdua mengaku salah, karena bukannya bantuin justru mereka berdua malah ngetawain Hana. Hana cemberut. Seketika moodnya berubah menjadi jelek. Sementara itu, Reyhan dan Irena hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku mereka bertiga. “Di mana anak-a

