Sean melepaskan pelukannya, ia menatap lekat wajah cantik Hana, lantas tersenyum. “Mas benar-benar mencintaimu, Na.” Setelah mengatakan itu Sean pingsan. “Loh, Mas bangun, Mas!” Hana menepuk-nepuk pipi Sean. Juna yang sejak tadi mengawasi mereka dari kejauhan pun terkejut dan langsung berlari menghampiri mereka. “Mas bangun hiks ... hiks ..." “Yan, bangun, Yan!” Juna ikut menepuk-nepuk pipi Sean, namun Sean tidak kunjung sadar. “Cepat bawa ke dalam, Kak.” Juna mengangguk. Ia pun langsung membopong tubuh Sean masuk ke dalam rumah. Sesampainya di dalam rumah, Juna langsung membawa Sean ke kamar tamu. Juna membaringkan tubuh Sean di atas kasur. “Cepat bawa baju punya Kakak sama air panas plus handuknya!” titahnya pada Hana. “Iya, Kak.” Hana pun pergi ke kamar kakaknya, memilih ba

