Jihan yang baru saja pulang dari minimarket langsung mencari keberadaan Nayla. “Nay,” panggil Jihan. Jihan mengerutkan keningnya, televisi menyala tapi tidak ada orang yang menonton tv itu. “Nay,” panggil Jihan sekali lagi. Tidak ada jawaban atau sahutan dari Nayla. “Ke mana anak itu? Apa masih tidur? Tapi ini TV-nya nyala,” gumam Jihan. Untuk memastikan Jihan pun pergi ke kamar Nayla, mengecek apakah Nayla ada di kamarnya. Ceklek “Ternyata kamu di sini, Nay. Itu kenapa tv nyala? Kamu yang nyalain?” Nayla diam membisu. “Nay,” panggil Jihan. Namun tidak dijawab oleh Nayla. “Nay, kamu kenapa?” Nayla mengusap kasar air matanya, lalu Nayla membalikkan badannya. “Ya ampun, Nay! Kamu kenapa nangis? Apa ada yang sakit?” Jihan panik melihat mata sembab Nayla. Nayla masih diam membis

