Chandra menghela napasnya beberapa kali untuk mengusir kegugupannya. “Tenang Chan, Lo harus tenang,” gumam Chandra mencoba mensugesti dirinya untuk tetap tenang. “Chan.” Chandra terkesiap saat ada yang menepuk pundaknya. “Hehehe, Han.” Chandra cengengesan seraya mengusap bagian belakang lehernya. Hana tersenyum sampai membuat Chandra terpesona. Malam ini Hana terlihat sangat cantik sekali dengan dress hitam selutut dan rambut digerai dibentuk bergelombang. Chandra sampai khilaf memandangi Hana terus kalau saja ia tidak ingat mereka masih berdiri. “Eh Han, sini-sini duduk.” Chandra menarik sebuah kursi, lalu Hana pun duduk di situ. “Makasih, Chan.” Chandra tersenyum. “Sama-sama.” Chandra pun menarik kursi yang berhadapan dengan Hana, lalu duduk di sana. Sementara itu Hana melihat

