Di dalam kamarnya, Barend duduk termenung di depan komputer. Pria berusia 20 tahun itu harusnya tengah mengerjakan tugas penting dalam pekerjaannya sebagai Desainer Grafis. Namun saat ini, pikirannya sedang tidak bisa diajak kompromi. Ingatannya tertuju pada kedatangan Renee, teman masa kecilnya dulu, siang tadi. Barend tidak menyangka akan mendapatkan kabar mengejutkan itu siang ini, mengenai kematian teman masa kecil mereka dulu. Tidak hanya Renee, Barend pun juga sangat yakin bahwa semua itu ulah Imelda yang selalu mengganggu hidup mereka hingga saat ini. Gadis itu selalu datang untuk menagih janji di antara mereka berempat, yang telah mereka lakukan bersama di masa kecil mereka dulu. Jemari tangannya sibuk menggerak-gerakkan pena yang terselip di antara kedua jemarinya secara konst

