Tok! Tok! Tok! Suara ketukan pintu dari luar rumahnya kembali terdengar. Kini pria itu mulai mengangkat kembali kepalanya, dan perlahan menegakkan kembali tubuhnya. Barend terdiam di tempat. Pandangan matanya mengarah pada jarum jam dalam jam kecil, yang ada di sudut meja kerjanya. Waktu menunjukkan pukul 10 malam. Dan ada suara ketukan pintu yang terdengar dari luar rumahnya. Tidak mungkin jika itu dari salah satu warganya, karena ini sudah waktunya untuk menutup pintu rumah masing-masing. Satu-satunya pelaku yang terpikirkan oleh pria itu hanyalah ... Imelda. Tok! Tok! Tok! Kedua mata Barend bergulir ke arah pintu kamarnya. Apa yang harus dilakukannya saat ini? Membuka pintu rumah itu? Atau mengabaikannya saja? Kenapa gads itu harus mengetuk pintu rumahnya, jika sosok hantunya sa

