Tetesan darah dari kedua lubang mata Imelda masih sesekali mengenai sisi wajahnya. Tidak ada percakapan apa pun di antara keduanya yang justru semakin membuat suasana di antara mereka terasa mencekat. Barend gemetar dalam diamnya menatap wajah mengerikan gadis kecil itu. Sesekali rambut panjang yang terurai berantakan milik sosok hantu Imelda jatuh menyentuh sisi wajah Barend. Terasa seperti usapan angin dingin yang begitu halus. Membuat bulu kuduk Barend berdiri semua. Dengan susah payah Barend menelan air ludahnya sendiri. Kerongkongannya terasa begitu kering. Mulut Barend mulai terbuka berniat untuk memanggil nama sosok hantu Imelda. Namun yang terdengar hanyalah suaranya yang tercekat. "Ah ... uh," Barend tidak bisa mengeluarkan suara dengan lancar. Air mata Barend mulai jatu

