“Nak Adam,” panggil nyonya Hanson yang mulai membangkitkan tubuhnya kembali untuk menghampiri Adam. Adam menoleh ke arah nyonya Hanson sembari menahan nyeri pada area tubuhnya yang terluka. “Ahh ... nyonya Hanson, cepat lari!” ucap pria itu memperingati nyonya Hanson. Dari arah pandang matanya, Adam bisa melihat makhluk putih itu semakin mendekati nyonya Hanson. “Apa yang kau katakan? Aku tidak bisa berlari lebih dari ini, nak Adam. Aku juga tidak bisa meninggalkanmu dalam kondisi seperti ini hiks hiks!” isak tangis nyonya Hanson terdengar di jalan sepi itu. Nampaknya nyonya Hanson sudah menyerah akan pelariannya dari makhluk putih itu. Membuat Adam tidak bisa tinggal diam saja melihat itu. Pria itu masih berusaha bergerak untuk bangkit dari atas tanah. Adam kembali mengulurkan

