"Apapun yang terjadi gua pasti selametin kamu Rayya.. ". -Elo Arjuna Fiandra - Nadira yang baru saja selesai membayar buburnya dan Rayya, berbalik badan untuk berjalan ke tempat ia duduk tadi. Nadira mengeluarkan dompet untuk memasukkan uang kembalian miliknya. “Huah, lama betul nunggu duit peca─” suara Nadira terhenti saat melihat ke arah tempat duduk namun tidak melihat keberadaan Rayya. Nadira hanya menanggapinya santai. “Ah kali aja dia kebelet pipis” gumam Nadira sambil duduk di bangku itu. Lima belas menit berjalan, Rayya tak memunculkan batang hidungnya. “Anjir nih anak kemana sih? Diare kali yaa” geram Nadira. Nadira masih tetap ingin menunggu Rayya. Tiga puluh menit berlalu, Rayya tak juga menghampiri Nadira. “Coba telepon kali yaa” pikir Nadira. Ia lalu mengeluarkan handpho

