"Jika Es bisa mencair karena kalor apakah kau bisa mencair karenaku Elo?" -Rayya Farasya - Elo dan Nadira masih berada di luar ruangan dimana Rayya disekap. Elo sudah mulai lelah menunggu Jonathan dan Nazia lengah. Wajah Elo tampak kusut dan Nadira menyadari itu. “Lo mau permen? Gue bawa permen nih” tawar Nadira. “Nope” tolak Elo singkat. “Muka lu kusut banget. Udah lah ambil aja permennya, gue maksa” paksa Nadira. Elo menghela napas pelan dan menerima permen dari Nadira. Elo segera memakan permen itu, “Gimana? Mood lo udah mendingan?” tanya Nadira. Elo mengangguk kecil. Sepuluh menit setelah Elo memakan permen pemberian Nadira, terdengar suara derap kaki dari dalam ruangan. Elo dan Nadira langsung terbirit menuju kamar mandi yang berada tepat di sebelah ruangan itu. Terlihat Jonat

