Setelahnya, kami memutuskan untuk pulang. Sejujurnya, tak masalah kami mau pulang kapanpun. Kami menggunakan kendaraan pribadi dan tak terhalang waktu entah kerja atau sekolah. Tapi karena adikku membutuhkan membeli barang di solo- akhirnya mau tak mau aku memutuskan pulang ke solo. ‘ apa kau menyukai handphone nya?’ sebuah notice pesan dari kakak tiriku. Saat itu kebetulan Damien lah yang mengendarai mobil kami. Lalu di sebelah Damien adalah Arnold. Mommy Berta dan papa di tengah, sementara adikku bersamaku di belakang. ‘ apakah itu darimu?’ tanyaku. ‘ tentu saja. Aku terpaksa meminta Damien memberikannya padamu karena aku takut keluarga kita akan curiga padaku.’ jawab Arnold. ‘ terutama adikmu.’ lanjutnya.. ‘ kau tahu?’ tanyaku. ‘ kau tak lihat jika ia terus menatapku dan Damie

